REVIEW: THE NIGHT CIRCUS

 

"Do all of those wishes come true?" He asks.
"Did your wish come true?"
"I am not entirely certain yet."
"You shall have to let me know," Celia says, "I hope it does. I suppose in a way, I made the Wishing Tree for you."
_
Bailey wonders whose wish that particular flame might be.
"I made a wish on this tree years ago," Marco says,
"What did you wish for?"
Marco leans forward and whispers into Bailey's ear.
"I wished for her,"
_
Aku baca novel ini sekitar tahun 2013, ketika beli nggak ada ekspektasi apapun karena pas beli pun juga iseng aja, tapi ternyata The Night Circus bener-bener diluar ekspektasi dan jadi novel favorit hingga saat ini.

Kata yang tepat untuk menjelaskan The Night Circus mungkin...dreamy. The Night Circus dibagi tiga part dengan dua timeline/waktu yang berbeda, timeline Celia-Marco dan timeline Bailey. Meskipun nggak terlalu krusial tapi kalau kita lupa atau kurang memperhatikan detail tahun kadang membuat sedikit bingung ketika kita harus membayangkan kondisi atau tampilan dari masing-masing karakter. Tapi diluar itu The Night Circus sangat mudah untuk dibaca.

Celia dan Marco ibarat Romeo and Julietnya dunia magician, keduanya merupakan anak didik dari dua magician. Kedua magician ini sering mengadakan pertandingan kemampuan antara anak didik mereka. Pertandingan berlansung tanpa batas waktu dan berakhir begitu ada pemenang, dimana masing-masing dari Celia dan Marco nggak tahu seperti apa penentuan pemenangnya dan kedua gurunya pun sama sekali gak memberikan detail.

Untuk pertandingan Celia dan Marco, mediumnya adalah sirkus. Masing-masing dari mereka harus membuat karya untuk mengisi sirkus tersebut dan mereka berdua merupakan inti atau ibaratnya jantung yang menggerakan sirkus dan semua orang-orang yang terlibat di sirkus ini terikat oleh pertandingan mereka.

Sepanjang pertandingan yang berlangsung selama bertahun-tahun, tanpa disadari mereka saling jatuh cinta dan setiap karya yang mereka buat adalah love letters yang mereka tujukan untuk satu sama lain. Seperti Ice Garden & The Pool of Tears yang dibuat oleh Marco untuk Celia dan Wishing Tree untuk Marco sebagai pasangan pohon salju favorit Celia di Ice Garden dan Labyrinth dimana Celia dan Marco kolaborasi untuk tenda ini. Seperti yang Marco bilang bahwa setiap tenda dan detail yang ada di sirkus, dia buat untuk Celia. The Night Circus is their love for each other ๐Ÿ’™

Kalau bahas lebih detail tentang the Night Circus ujung-ujungnya adalah spoiler jadi yang bisa dibilang untuk The Night Circus adalah The Night Circus is love!!!! Cocok banget untuk yang suka genre fantasi. Erin Morgenstern bener-bener detail ketika ciptain dunia magical di dalam sirkus ini dan ini yang membuat kita semakin masuk ke ceritanya Celia dan Marco.

Kalau nggak salah tahun lalu ada info kalau The Night Circus akan diadapt ke film, tapi setelah itu belum ada info baru lagi tentang adaptasi filmnya, kalaupun memang beneran ada PLEASE PLEASE PLEASE don't ruined it! Semoga bagus dan sesuai dengan setiap detail terutama semua detail yang ada di dalam sirkus, magic dan ilusi yang dibuat Celia dan Marco, Oh! Ada satu lagi yang aku suka adalah maksud dibalik kalimat pembuka cerita yaitu 'The Circus is arrives without warning', dan hal ini yang bikin aku semakin suka dengan Erin Morgenstern, detail bangeeet ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ‘



Comments

Popular Posts